Posted by shayun on 18 Agustus 2009
jikalau anda membaca tulisan saya sebelumnya, tulisan ini adalah sebagai terusannya,
niat baik seseorang dan keikhlasan memberikannya akan selalu dibalas dengan hal yang setimpal, belum kering lidahku memuji kebaikan managerku yang memberikan apresiasi terhadap hari kemerdekaan ini, kami harus menutupnya denga sebuah kesedihan yang mendalam.
sungguh aku tidak ingin melanjutkan tulisan ini sebelumnya, tapi ada dorongan bathin yang tak bisa kupungkiri untuk menghargainya, agar hatiku tenang,
Namanya MR. Tomonori ando adalah atasan saya sekaligus sebagai mahluk yang selalu mendukung terhadap rencana baik para karyawan dimana kami bekerja,
hari sabtu tepatnya tgl 15 Agustus 2009, kami semua berkumpul untuk merayakan dan memeriahkan hari kemerdekaan di perusaaan kami bekerja, tidak ketinggalan orang expatriat pun ikut memeriahkan dengan datang dan ikut berlomba bersama kami,
jam tujuh sampai jam sepuluh siang kami melakukan semua perlombaan dengan suka cita, setelah berlarut dengan perlombaan saatnya kami membagikan dorprize yang telah panitia siapkan, mungkin ini adalah hari peringatan yang meriah yang pernah saya ikuti dan rasa hidmat.
lagu indonesia raya dinyanyikan di akhiri dengan pekikan merdeka, sungguh sangat nasionalisme,
sementara orang expat pun ikut larut dalam pesta kami, bahkan dia sempat minta maaf karena tidak bisa menyanyikan lagu indonesia raya.
tuhan….
rencanamu memang lain, orang yang kamibangga bangga kan orang yang kami kagumi, kau ambil seketika
meskipun aku tahu bahwa mati adalah sebuah kepastian bagi siapapun, tetapi ketika kau ambil secara mendadak aku sungguh tak menyangka.
ando san ….
setengah duabelas tepat berlangsungnya acara sambutan kau hembuskan nafasmu di antara keceriaan kami,
kau lelah setelah mengikuti semua kegiatan yang kami rencanakan .
kau pergi selagi kami sangat mengharapkan dukunganmu…
kami semua minta faaf yang sebesar bearnya…
semoga kau damai dialam sana ….
walau nenek moyangmu adalah penjajah bagi bangsa kami
tapi saat ini…
kau adalah pahlawan bagi kami.
aku hargai……
sebagaimana kau menghargai kami.
selamat jalan ando san….
Posted in Tak Berkategori | Tagged: kematian adalah kepastian, menghargai Kemerdekaan, merah putih indonesiaku di blogdetik, selamat jalan ando san | 2 Comments »
Posted by shayun on 5 Agustus 2009

“bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai kemerdekaan bangsanya”
tidak terasa sudah, 64 tahun indonesia merdeka, setengah abad lebih indonesia sudah berada dalam status merdeka, pengorbanan para pahlawan
untuk menjadikan indonesia merdeka dan bebas dari rejim penjajahan, tema tema dan visi baru pun bermunculan disaat bulan agustus dimana
bangsa indonesia memproklamirkan kemerdekaan nya, jika dikonversi sama usia rata rata bangsa indonesia 64 tahun sudah menjadi seorang kake
yang mendekati akhir hayat nya.
tujuh belasan itulah istilah gaulnya, bendera bendera terpajang di setiap sudut tanah air ini, instansi pemerintahan seperti diwajibkan untuk
mengibarkan bendera merah putih, rakyat berpesta pora menggelar berbagai kegiatan, baik kegiatan oleh raga, kegiatan amal, kegiatan keluarga
dan lampu lampu pun ikut berkedip dan menerangi bulan kemerdekaan bangsa ini,indah memang negara certinta ini.
selalu ada pemikiran pemikiran yang inovatif dan kreatip dalam memeriahkan nya, termasuk cerita yang sedikit nyeleneh di lubuk hati saya ini,
saya adalah seorang karyawan biasa yang bekerja pada perusahaan jepang yang notabene dahulu nya adalah penjajah negeri ini, tepatnya bulan juli
saya dipanggil oleh direksi (pasatinya orang jepang) dan ditanya, kira kira pertanyaannya begini.
“untuk memperingati bulan kemerdekaan tahun ini
“apakah kamu sudah menyusun rencana maupun acara untuk kegiatan para karyawan?, seharusnya cepat cepat kamu susun biar kita perbincangkan
masalah dananya biar lebih matang dan lebih meriah”
begitulah kira kira ucapan orang jepang (direksi), dengan segala hormat dan sigap saya berkata
“baik pak, akan segera saya persiapkan dan berdiskusi dengan teman teman”
sebuah realita yang menggelitik hati saya katika orang jepang yang notabene nenek moyangnya menjajah , lebih simpati dan lebih tanggap tentang
peringatan kemerdekaan, padahal untuk saya sendiripun waktu itu (pertengahan juli 2009) boro boro sudah terpikirkan apalagi mengadakan acara yang se meriah mungkin.
disaat perusahaan terkena imbas krisi global yang melakukan cost down dimana mana, rasanya sedikit pesimis untuk menyelenggarakan peringatan kemerdekaan ini
dengan meriah, namun ternyata pikiran saya terbantahkan 180 derajat.
pernyataan ini berlanjut kepada meeting mingguan dimana sang direksi mengatakan kepada semua karyawan, kira kira begini
” Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati kemerdekaan negaranya, mengisi kemerdekaan dengan hal yang lebih bermanfaat, mewariskan nilai nilai positif bagi generasi
yang akan datang dan bermental apa yang kita bisa berikan untuk negara kita bukan apa yang kita ambil dari negara ini, saya adalah negara yang tidak mempunyai hari kemerdekaan,
kiranya saya ingin berbahagia dengan anda dalam hal ini”
tepuk tangan pun menyambut ucapannya dari seluruh karyawan dan aku tertegun sambil ikut merasa bangga mempunyai direksi yang berjiwa besar.
tapi kegembiraan ini terbalik ketika saya mendengarkan celoteh teman dimana tempat saya tinggal dimana dia bekerja pada orang lokal yang mengajukan proposal untuk
peringatan acara tujuhbelasan, dimana sang top manajemen tidak memberikan dana untuk itu”
alangkah naifnya cerita teman saya, penghargaan orang lain lebih daripada bangsanya sendiri, sedih saya mendengarnya.
kebanggaan saya pada direksi saya seolah olah kurang berarti ketika mendengar cerita itu,
mudah mudahan hanya segelintir orang yang mempunyai pikiran seperti pimpinan teman saya,
sudah seharusnya kita mengisi kemerdekaan ini dengan kita selaku bangian dari bangsa yang besar ini.
merdeka !!!!!!!
Posted in Tujuhbelasan | Tagged: berkibarlah benderaku, hut ri ke - 64, menghargai Kemerdekaan, merah putih di dadaku, merah putih indonesiaku di blogdetik | 15 Comments »